NLP Workshop and Seminar Resources

NLP/NAC for Personality & Business Applications

  • NLP Application Workshop for Business & Life Improvement

    We're specialized on NLP/NAC Application Workshops and Seminars for business and life improvement.

    Our workshops are inlcuding Personality Development, Leadership, Training Development, Business/Entrepreneurship, Motivation, Sales/Marketing Motivation and Hypnotic Selling.

    You will be conducted by experienced NLP Master Practitioner, NLP Coach, NLP Trainer and experienced Hypnotherapist.

    Most of our workshops are "life changing workshops", means a very applied life solution.

    Most ot our clients are famous national companies

    View shoutbox
    Free shoutbox @ ShoutMix
  • Categories

  • December 2007
    M T W T F S S
         
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Blog Stats

    • 3,819 hits

Gengsi, penyakit calon Entrepreneur

Posted by nlphypno1 on December 25, 2007

len-small1.jpg Saat saya mengajar pelatihan 2 hari Purna Bhakti Sukses untuk para karyawan & para manager PT.LEN Industri Bandung Juli 2007 yang lalu yang diakhiri dengan Firewalk, saya menjumpai bahwa pola pikir karyawan memang harus banyak diubah untuk menjadi seorang entrepreneur yang handal. Menurut saya, pada pelatihan pelatihan purna bhakti belum perlu diberikan teknik marketing, manajemen keuangan dan ketrampilan teknis serupa, tetapi yang diubah adalah mindset dahulu……

Bayangkan, seseorang yang sudah lebih dari 25 tahun bekerja dengan kebanyakan ”otak kiri”, bagaimana bisa sukses dengan cepat saat berwirausaha yang kebanyakan menggunakan otak kanan yang penuh dengan ketidakpastian dan menuntut kreatifitas tinggi? Pelajaran pertama tentu saja adalah perbedaan pola pikir pengusaha dan karyawan, disusul kemudian dengan kiat-kiat sukses seorang entrepreneur dengan contoh beberapa pengusahan UKM yang sukses. Begitu banyak pertanyaan sekitar ”jaminan” sukses seorang pengusaha. ”Apakah kalau saya berbisnis dijamin akan sukses?””Bagaimana kalau nanti saya gagal?””Bagaimana cara memulai bisnis baru?”“Saya tidak punya bakat bisnis, apakah saya bisa sukses?” Menurut Dr.Sarlito Mukadis, tokoh psikolog yang cukup ternama di Jakarta, masalah utamanya adalah gengsi. ”Hambatan psikologis yang paling serius untuk memulai usaha baru adalah faktor gengsi. Gengsi sesunguhnya berakar dari perasan rendah diri. Biasanya. Gengsi justrru dimiliki oleh orang yang ‘kurang’. TIdak berlebihan kalau dikatakan bahwa gengsi adalah ciri khas warga negara dunia ketiga ‘’, demikian ungkapnya pada majakah SWA Sembada September 1997. Ada rekan sekerja saya lulusan teknik elektro ITS yang sama-sama pensiun dini pada tahun 2003 yang lalu, buat dan jualan kue sus. Busyettt, insinyur elektro kok buat kue, berapa untungnya ?Anda jangan anggap enteng. Kebetulan waktu di kantor dulu, rekan saya ini cukup lama sebagai manager di pabrik. Ternyata ilmu produksi dan quality control-nya dipakai betul di industri kecil keunya.Ketika kami berkumpul untuk sharing kesuksesan di antara kami, rekan ini  menerapkan benar teknologi pabrik terhadap kuenya, antara lain multi sourcing terigu, telur, susu, manajemen pabrik, litbang produk dan pemasarannya. Untuk litbang sampai mendapatkan rasa yang enak dan stabil, katanya diperliukan waktu 3 bulan ! Dalam 6 bulan setelah berdiri, rekan ini sudah berhasil memproduksi dan menjual 2000 kue per harinya, dengan pendapatan  bersih 2x lipat dari pendapatan di kantor lama sebagai manajerMinggu lalu saya bertemu dengannya di sebuah mesjid di bilangan Kopo Bandung, ternyata usahanya tambah meningkat, menjadi 4000 kue per hari, dan rekan saya ini sekarang tinggal menikmati, karena semua industri kecilnya sudah di transfer ke para karyawannya. Senyum simpul selalu mengambang di Bpk Eko Prasetyo ini. ‘’Alhamdulillah semua lancar berkat doa anda semua‘’, begitulah ungkap ketua DKM sebuah Mesjid di Kopo iniSuksesnya karena 3 formula, buang jauh-jauh rasa gengsinya, tekun dan kerja keras….. Kembali ke pelatihan Purna Bhakti Sukse PT.LEN Insdustri, pada menjelang akhir pelatihan, para peserta saya minta menjual suatu produk langsung ke tempat yang ramai. Dari 35 orang peserta, waktu tercepat menjual adalah 3 menit, dan 1 orang tidak dapat menjualnya walaupun katanya sudah sampai masuk ke rumah orang sampai 3 kali. Ketika hasil penjualan itu dikumpulkan, satu orang peserta menolak untuk mengumpulkan uangnya untuk diberikan kepada sang juara. Inilah yang kita patut dengarkan, ”Pak Adhi, saya mohon uang tidak dikumpulkan. Uang ini akan saya pigura, sebagai bukti bahwa ternyata menjual itu perlu perjuangan. Dan saya termotivasi untuk sukses seperti bapak. Ijinkan saya melihat uang itu tiap hari, biar saya termotivasi untuk sukses nantinya”. Tepuk tangan para peserta langsung saja menggema di ruang pelatihan, maka semua uang tidak perlu dikumpulkan, dan semua commit untuk memasangnya di pigura……..  Semoga para karyawan purna bhakti PT.LEN Industri sukses dalam second career-nya….. Amin…. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: